Diduga 'Backingi' Judi Togel, ASPEMA Sumut Desak Kapolri Copot Kapolres Tebing Tinggi



Medan, parnadaily.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pemuda Mahasiswa (ASPEMA) Sumatera Utara berencana menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara pada Kamis, 23 Juli 2026. Aksi ini didasari oleh laporan dan pengaduan masyarakat terkait maraknya praktik judi jenis Toto Gelap (Togel) yang dinilai bebas beroperasi di Kota Tebing Tinggi.

Koordinator Aksi, Delon Sinulingga, didampingi Koordinator Lapangan, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan aktivitas perjudian tersebut di beberapa titik strategis di Kota Tebing Tinggi. Lokasi-lokasi tersebut di antaranya berada di Jalan Sudirman, Jalan HM Yamin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pinang Mancung, Jalan Kampung Mangkis, serta area Kota Lemang.

"Kami menduga kuat bebasnya aktivitas judi togel ini hingga sekarang karena adanya sokongan atau backingan dari oknum petinggi kepolisian setempat, yakni Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi. Ini jelas mencederai hukum," tegas Delon dalam keterangannya kepada pers.

ASPEMA Sumut menegaskan bahwa praktik perjudian ini merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 303 KUHP jo. UU RI Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Menurut mereka, Polres Tebing Tinggi seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas penyakit masyarakat ini, bukan justru terkesan melakukan pembiaran.

Dalam rencana aksi yang akan berpusat di Mapolda Sumut tersebut, massa aksi membawa empat poin tuntutan utama:

  • Pertama: Mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera menghentikan segala bentuk perlindungan (backingan) dari oknum aparat terhadap titik-titik lokasi judi togel di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.

  • Kedua: Meminta dan mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Tebing Tinggi dan Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi dari jabatannya atas dugaan keterlibatan dalam melindungi bisnis haram tersebut.

  • Ketiga: Mendesak penggantian Kapolres dan Kasat Reskrim Tebing Tinggi, serta menuntut kepolisian untuk segera menangkap bandar atau 'Bos Togel' yang telah meresahkan masyarakat.

  • Keempat: Mendesak Kapolres Tebing Tinggi untuk mundur dari jabatannya karena dinilai gagal menjaga integritas institusi Polri dan diduga mencoreng nama baik aparat kepolisian.

Aksi unjuk rasa ini direncanakan berjalan damai sebagai bentuk fungsi kontrol sosial dari kalangan mahasiswa demi terciptanya penegakan hukum yang bersih di Sumatera Utara. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Tebing Tinggi belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan pembiaran dan perlindungan praktik perjudian yang dialamatkan kepada pihak mereka. 

Posting Komentar

0 Komentar