ISARAH Medan Kecam Ketua DPRD Medan "WONG CHUN SEN" Tak Punya Responcibility



Medan, Parnadaily.com
– Krisis distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dalam sepekan terakhir memicu gelombang kemarahan publik. Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Kota Medan menyoroti tajam dua aktor utama di balik berlarutnya masalah ini: ketidaktransparanan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan lambannya respons Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B.

Kabut Informasi di Balik Kelangkaan BBM Pertamina Sumbagut

Hingga hari ini, masyarakat Kota Medan masih dihadapkan pada ketidakpastian di jalan raya akibat kekosongan stok BBM di sejumlah titik. ISARAH Kota Medan menilai PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sengaja menutup mata dan tidak transparan mengenai penyebab riil tersendatnya pasokan.

Ketua ISARAH Kota Medan, Zuhri Arif Sihombing, S.H., M.H., menegaskan bahwa BBM adalah kebutuhan dasar vital yang menopang urat nadi perekonomian masyarakat. Klaim Pertamina yang menyebut telah melakukan optimalisasi operasional terminal dan penambahan armada tangki dinilai hanya kosmetik belaka, karena tidak berbanding lurus dengan kondisi riil di lapangan.

"Masyarakat berhak atas pelayanan yang mudah, cepat, dan berkepastian. Antrean panjang yang tak kunjung usai ini membuktikan adanya gangguan serius dan buruknya tata kelola distribusi BBM di wilayah ini. Pertamina harus transparan! Jangan biarkan masyarakat berspekulasi hingga memicu panic buying," tegas Zuhri Arif kepada wartawan di Medan, Selasa (14/7/2026).

Praktisi hukum ini mendesak BUMN tersebut untuk menyampaikan secara berkala mengenai penyebab kendala teknis, wilayah terdampak, dan target waktu pemulihan secara konkret, bukan sekadar janji manis normatif. Ia juga memperingatkan pengelola SPBU agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk melakukan praktik spekulasi atau kecurangan.

"Kami akan terus mengawal krisis ini. Jika ditemukan adanya indikasi maladministrasi atau penyelewengan di jalur distribusi, kami tidak segan menyeret kasus ini ke ranah hukum dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) menindak tegas oknum yang bermain," pungkas Zuhri.

Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Dinilai Apatis, ISARAH Desak PDI-P Ambil Tindakan Tegas

Di tengah penderitaan warga Medan yang harus membuang waktu produktif mereka berjam-jam demi mengantre BBM yang tidak jelas ujung pangkalnya, lembaga legislatif yang seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat justru dinilai menutup mata.

Sikap dingin dan lambatnya respons Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., menuai kecaman keras. Sebagai pimpinan tertinggi di parlemen kota, Wong Chun Sen dituding tak acuh dan kehilangan sensitivitas sosialnya terhadap krisis yang merugikan publik secara material dan nonmaterial minggu ini.

ISARAH Kota Medan menilai, seharusnya Ketua DPRD Medan segera menggunakan hak pengawasan legislatifnya dengan memanggil paksa jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memberikan penjelasan transparan di hadapan publik mengenai kelangkaan ini. Namun, langkah taktis tersebut tak kunjung dilakukan.

Kemarahan publik ini membuat ISARAH Kota Medan secara terbuka melayangkan mosi tidak percaya kepada politisi tersebut. Mereka mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PDI-P untuk mengambil langkah disiplin organisasi yang ekstrem.

"Sikap abai dan tidak pro-rakyat yang ditunjukkan Wong Chun Sen di tengah krisis BBM ini sangat mencederai amanah masyarakat. Kami meminta dan mendesak DPP Partai PDI-P untuk segera memecat Wong Chun Sen dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kota Medan. Medan butuh pemimpin legislatif yang peka, progresif, dan berani bersuara lantang membela hak-hak rakyat, bukan yang memilih diam saat rakyatnya menjerit," tegas Ketua ISARAH Kota Medan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut maupun Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen belum memberikan keterangan resmi atau tanggapan terkait desakan dan tudingan miring yang dialamatkan kepada mereka.

Posting Komentar

0 Komentar