Tanjungbalai, Parnadaily.com, - Solidaritas aktivis pemerhati lingkungan di Kota Tanjungbalai menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian ekosistem sungai dengan menebar sebanyak 2.000 bibit ikan nila di Sungai Sijambi, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Jumat (19/6/2026).
Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya revitalisasi sungai yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Tanjungbalai. Penebaran bibit ikan juga merupakan apresiasi atas langkah Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, yang telah melakukan pengerukan dan normalisasi Sungai Sijambi.
Sungai yang selama puluhan tahun dikenal mengalami pendangkalan serta dipenuhi sampah, kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Kondisinya tampak lebih bersih, aliran air semakin lancar, dan badan sungai terlihat lebih lebar dibandingkan sebelumnya.
Sejumlah warga sekitar mengaku merasakan dampak positif dari program tersebut. Bahkan, anak-anak di kawasan itu kini mulai kembali memanfaatkan sungai untuk bermain dan berenang.
Perwakilan aktivis, Ramadhan Batubara, mengatakan kegiatan penebaran bibit ikan merupakan bukti bahwa masyarakat mendukung program pemerintah dalam mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya.
"Bersama kita ketahui bahwa di Kota Tanjungbalai ini tidak sedikit aliran sungai yang kini telah beralih fungsi atau bahkan hilang karena berubah menjadi bangunan," ujarnya.
Menurut Ramadhan, normalisasi Sungai Sijambi mencerminkan keseriusan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam menjaga dan memulihkan ekosistem sungai yang selama ini mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Ia menilai sungai bukan hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas Kota Tanjungbalai sebagai daerah pesisir yang memiliki banyak aliran sungai.
"Hari ini kami menabur 2.000 bibit ikan nila sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam melestarikan sungai. Semoga masyarakat sekitar dapat menjaga sungai yang sudah dibersihkan dengan tidak membuang sampah dan tidak mendirikan bangunan, baik sementara maupun permanen, di kawasan sungai," katanya.
Ramadhan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai agar manfaat program revitalisasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung program pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Selain itu, para aktivis berharap Pemerintah Kota Tanjungbalai terus melanjutkan program normalisasi sungai di berbagai wilayah yang dinilai rawan mengalami penyumbatan aliran air.
"Kami berharap Pemko Tanjungbalai lebih berani dan lebih tegas melakukan normalisasi sungai yang ada di Kota Tanjungbalai agar dapat mencegah banjir musiman akibat pasang air laut maupun hujan deras," ucap Ramadhan.
Melalui kegiatan tersebut, para aktivis berharap Sungai Sijambi dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya program Tanjungbalai EMAS yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
(Z.Efendi).

0 Komentar
Tinggalkan Pesan Anda Disini