Medan – Kian agresifnya penetrasi peredaran gelap narkotika yang menyasar kelompok usia produktif, terutama remaja dan pelajar di Sumatera Utara, memicu alarm kewaspadaan dari organisasi kepemudaan. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara mendesak agar strategi pemberantasan narkoba dirombak total dengan mengintegrasikan inovasi teknologi digital dan penguatan basis keamanan sipil.
Ketua PW IPA Sumatera Utara, Irham Tajuddin, menegaskan bahwa pola penegakan hukum konvensional yang bersifat reaktif—berupa penangkapan fisik oleh aparat—terbukti belum mampu memutus mata rantai distribusi narkoba secara masif di lapangan.
Butuh Pemetaan Geospasial sebagai Sistem Peringatan Dini
Irham menggarisbawahi urgensi pemanfaatan teknologi informasi berbasis visualisasi data dan geospasial (pemetaan) untuk mendeteksi wilayah sebaran narkoba. Dengan adanya peta digital yang memperlihatkan titik-titik rawan peredaran, masyarakat, khususnya institusi pendidikan dan orang tua, memiliki panduan konkret untuk memitigasi risiko.
"Perang melawan narkoba itu tidak cukup hanya dengan penindakan atau menangkap pelakunya saja. Kita harus selangkah lebih maju. Kita butuh dukungan teknologi untuk mencatat pola penyebaran dan memetakan daerah mana saja yang menjadi sarang narkoba, sehingga masyarakat tahu wilayah mana yang harus dihindari," ujar Irham dalam keterangan persnya di Medan.
Menurutnya, instrumen teknologi ini akan beroperasi sebagai early warning system (sistem peringatan dini) untuk memantau serta memagari ruang gerak generasi muda dari zona-zona hitam peredaran narkoba.
Seruan Aksi Kolektif: Warga Harus Berani Hancurkan Sarang Narkoba
Selain menyoroti modernisasi sistem pengawasan, PW IPA Sumut mengeluarkan seruan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar menanggalkan sikap apatis. Irham meminta warga tidak sekadar menjadi penonton pasif di tengah maraknya bandar tingkat kampung (kortel kampung).
Kunci utama meruntuhkan dominasi sindikat, menurutnya, adalah kepedulian antar-tetangga yang diwujudkan melalui keberanian melakukan reaksi sosial secara kolektif di tingkat akar rumput.
"Seluruh partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam perang melawan narkoba ini. Langkahnya dimulai dari peduli sesama, lalu kita sama-sama bereaksi terhadap bandar-bandar narkoba yang ada di lingkungan kita. Dengan kebersamaan ini, saya optimis kita pasti bisa memberantas narkoba hingga ke akarnya," kata Irham dengan lugas.
Sinergi Kawal Program P4GN Pemerintah dan Aparat Hukum
Di akhir pernyataannya, Irham mengajak seluruh elemen kepemudaan dan warga Sumatera Utara untuk menyatukan barisan guna memperkuat fondasi program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) yang ditangani eksekutif dan aparat hukum.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan taktis pemerintah daerah demi menyelamatkan bonus demografi masa depan bangsa.
"Kita sebagai warga Sumatera Utara, mari sama-sama kita dukung program Gubernur Sumut untuk mewujudkan Sumatera Utara yang bersih dan bebas dari narkoba. Mari kita bantu BNN dan pihak Kepolisian secara konkret dalam melawan peredaran narkoba demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa," pungkas Irham.

0 Komentar
Tinggalkan Pesan Anda Disini