Pondok Pesantren Modern Darul Ma'rifat sukses menggelar prosesi Khataman dan Yudisium Santri Akhir Angkatan ke-4 yang bertajuk Excellent Generation pada 17/5/2026 di hamparan perak.
Acara yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut berjalan penuh khidmat dan haru, menandai resminya kelulusan para santri setelah menempuh masa pendidikan dan pembinaan karakter yang panjang.
Kegiatan bernuansa religius ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara M. Faisal B.Irkh., perwakilan Koramil 12 Hamparan Perak Serma Jumingan, serta perwakilan Polsek Hamparan Perak IPDA Nur Hidayat, S.H. Hadir pula jajaran pemerintah desa setempat, pimpinan pondok pesantren tetangga, serta perwakilan tokoh masyarakat dari Ibu-Ibu Perwiritan Akbar Desa Lama.
Pesan Pimpinan: Menjadi Generasi Mandiri dan Mengabdi
Suasana haru menyelimuti jalannya prosesi khataman sebagai simbolis penyempurnaan kurikulum pembelajaran di pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Ma’rifat Dr. Kyai Amar Tarmizi, M.Pd menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kedisiplinan serta keluhuran akhlak yang ditunjukkan oleh angkatan ke-4 ini selama nyantri.
Beliau menekankan bahwa tantangan di luar pesantren menuntut para alumni tidak hanya menguasai khazanah ilmu agama, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kemandirian di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan lahirnya alumni Excellent Generation. Semoga mereka mampu menjaga akhlak, membawa nama baik almamater, melanjutkan perjuangan dakwah, serta menjadi figur yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” harap pimpinan pesantren dalam maklumatnya.
Inovasi One Santri One Product Dapat Apresiasi Legislator
Apresiasi tinggi datang dari Anggota DPRD Sumut, M. Faisal B.Irkh. Ia memuji visi progresif Ponpes Modern Darul Ma’rifat yang dinilai adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain fokus pada pendalaman ilmu syariat, pesantren ini secara resmi meluncurkan program “One Santri One Product” untuk membangun jiwa kewirausahaan sejak dini.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kemandirian ekonomi berbasis pesantren tersebut, M. Faisal memberikan stimulus bantuan modal usaha senilai masing-masing Rp1.000.000 kepada lima orang santri akhir yang terpilih.
“Program One Santri One Product ini sangat luar biasa karena melatih santri menjadi pribadi yang mandiri dan produktif secara finansial. Saya berharap bantuan modal ini menjadi pemantik motivasi bagi para santri untuk terus berkarya dan membangun lini usaha kreatif,” tutur M. Faisal.
Tonggak Sejarah Baru Almamater
Dukungan materiil dan moral dari berbagai elemen yang hadir mempertegas posisi strategis pesantren dalam mencetak kader bangsa yang unggul secara spiritual dan tangguh secara ekonomi.
Prosesi yudisium ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan langkah para alumni baru, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara jajaran guru, wali santri, dan tokoh lintas sektoral yang hadir, mengukuhkan catatan sejarah baru bagi Pondok Pesantren Modern Darul Ma’rifat.

0 Komentar
Tinggalkan Pesan Anda Disini