GEGER! Demo Jilid IV ALAMP AKSI di Kejati Sumut: Bongkar Dugaan Korupsi Proyek RSJ Rp 9 Miliar, Seret Orang Dekat Gubernur!




MEDAN – Jagad penegakan hukum di Sumatera Utara kembali bergetar. Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB ALAMP AKSI) kembali menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk keempat kalinya di depan Markas Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Kamis (2/7/2026).

Dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB ALAMP AKSI, Eka Armada Danu Saptala, bersama Koordinator Lapangan Hardiansyah Putra dan Koordinator Aksi Doni Kurniawan, massa membawa bukti-bukti dokumen sahih terkait skandal proyek mangkrak di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sumut senilai lebih dari Rp 9 Miliar. Proyek yang bersumber dari APBD Sumut TA 2025 ini diduga kuat melibatkan lingkar dalam kekuasaan.

Proyek Mangkrak: "Yang Gila Bisa Semakin Gila!"

Dalam rilis resminya, PB ALAMP AKSI membongkar tiga proyek vital kesehatan jiwa yang hingga hari ini, Kamis 2 Juli 2026, bernasib bak "gedung hantu" dan berhenti total, padahal tenggat waktu pengerjaan wajib selesai pada Desember 2025 lalu:

1. Pembangunan Gedung Rawat Baru Inap Medis Umum (Rp 4,1 Miliar) – Dikerjakan oleh CV Yudha Pratama (SPMK No: 602/1829/RSJ/vii/2025).

2. Rehabilitasi Ruang Rawat Inap Bukit Barisan & Ruang Rawat Inap Doloksanggul (Rp 5 Miliar) – Dikerjakan oleh PT Cipta Karina Persada (SPMK No: 602/2134/rsj/vii/2025).

"Ini murni kejahatan kemanusiaan! Lebih dari seribu pasien gangguan jiwa di Sumut terancam terlantar akibat gedung yang tak kunjung selesai. Bagaimana mau sembuh? Yang gila bisa semakin gila karena fasilitasnya dirampok oleh koruptor!" tegas Eka Armada Danu Saptala dengan nada geram.

Skandal Konsultan: Fisik Mangkrak, Anggaran Pengawasan Cair 100%

Kebejatan proyek ini makin terang benderang setelah PB ALAMP AKSI mengantongi Informasi A1. Di saat fisik bangunan terbengkalai, anggaran untuk Konsultan Pengawas justru diduga telah dicairkan penuh 100 persen! Perusahaan yang terseret adalah:

* CV Rekayasa Utama Konsultan (Pengawas Gedung Baru & Bukit Barisan) – Nilai Proyek Rp 305 Juta.

* CV Biro Arsitek & Insinyur Griyasmara (Pengawas Gedung Doloksanggul) – Nilai Proyek Rp 77 Juta.

Diduga Digiring Orang Dekat Gubernur, Tantang Kejati Jangan Mempeti-es-kan!

ALAMP AKSI secara bombastis membeberkan bahwa mandeknya kasus ini diduga kuat karena adanya intervensi dari sosok berinisial RPS, yang dikenal sebagai orang dekat sekaligus keluarga dari Gubernur Sumatera Utara.

"Kami tahu Tim Kejati Sumut sudah turun ke lokasi dan melihat langsung proyek yang mati suri ini. Pertanyaan kami, kenapa sampai sekarang mlempem? Jangan sampai Kejati Sumut mempeti-es-kan kasus ini hanya karena ada nama besar di belakangnya! Jangan cuma jual jargon pemberantasan korupsi!" seru massa aksi. Mereka mendesak pertanggungjawaban hukum total dari KPA, PPK, PPTK, hingga pihak rekanan kontraktor.

Debat Panas & Tensi Tinggi: "Abang Mundur, Biar Kami Jadi Jaksanya!"

Aksi unjuk rasa sempat memanas luar biasa saat massa berdialog dengan Kasipenkum Kejati Sumut, Rizaldi SH. Perdebatan sengit tak terhindarkan ketika ALAMP AKSI mendesak Jaksa untuk bergerak nyata, bukan sekadar "cakap-cakap" menerima laporan.

Merespons desakan tersebut, Kasipenkum Rizaldi sempat melontarkan argumen defensif, "Atau ginilah kelen lah jadi jaksanya, kelen bersihkan lah korupsi di Sumatera Utara sampai zero," yang langsung disambar dengan tantangan balik super telak oleh Eka Armada, "Boleh. Abang buat surat pengunduran diri biar kami jadi jaksanya!"

Suasana sempat tegang sebelum akhirnya diredam. PB ALAMP AKSI secara resmi menyerahkan laporan hukum beserta dokumen bukti otentik ke ruangan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Sumut dan telah mengantongi Surat Tanda Terima Pengaduan resmi.

Ultimatum: Tsunami Massa Jika Kasus Jalan di Tempat

PB ALAMP AKSI menegaskan bahwa laporan resmi ini adalah ujian terjujur bagi integritas Kejati Sumut di tahun 2026.Jika dalam waktu dekat tidak ada progres konkret, penahanan, dan penetapan tersangka terhadap aktor-aktor intelektual korupsi RSJ ini, PB ALAMP AKSI memastikan akan kembali turun ke jalan dengan mengerahkan gelombang massa yang jauh lebih besar untuk mengepung Kejati Sumut.

Posting Komentar

0 Komentar