![]() |
| Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik |
Parnadaily.com- DELI SERDANG – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang, Junaidi Malik, menyampaikan kecaman keras atas peristiwa meninggalnya seorang bayi perempuan berusia 3 minggu di Kecamatan Batang Kuis, yang diduga menjadi korban kekerasan.
Dalam keterangannya kepada media, Junaidi menilai kejadian ini bukan sekadar tragedi kemanusiaan, tetapi juga menjadi cerminan serius lemahnya perlindungan anak, bahkan di lingkungan keluarga sebagai tempat yang seharusnya paling aman.
“Ini peristiwa yang sangat memilukan. Bayi yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan perlindungan penuh justru diduga menjadi korban kekerasan. Ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa apabila hasil penyelidikan aparat penegak hukum membuktikan adanya unsur kekerasan, maka pelaku harus diproses secara tegas tanpa kompromi.
“Kekerasan terhadap anak, terlebih bayi, merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Negara tidak boleh kalah. Penegakan hukum harus berjalan tegas, adil, dan memberikan efek jera,” lanjut Junaidi.
Lebih lanjut, LPA Deli Serdang mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ia juga meminta pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai alarm keras dalam memperkuat sistem perlindungan anak.
“Edukasi pengasuhan kepada orang tua harus diperkuat, deteksi dini terhadap potensi kekerasan dalam rumah tangga harus diaktifkan, dan sistem perlindungan anak dari tingkat dusun hingga kabupaten harus benar-benar berjalan, bukan sekadar slogan,” ujarnya.
LPA Deli Serdang, kata dia, siap mengawal proses penanganan kasus ini hingga tuntas, sekaligus mendorong langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya keluarga, tetapi juga negara dan seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian bayi tersebut, termasuk menunggu hasil autopsi untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kekerasan.

0 Komentar
Tinggalkan Pesan Anda Disini