Deli Serdang //parnadaily.com— Pelatihan perdana pool attendant dan pool lifeguard resmi dibuka di Aula Waterland Tamora, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keselamatan wisata air.
Sebanyak 26 peserta dinyatakan siap mengikuti pelatihan intensif yang akan berlangsung selama 5 hari, mulai 27 hingga 30 April 2026.
Para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat resmi bagi yang dinyatakan lulus sebagai bekal untuk bekerja di sektor wisata air.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Drs. H. M. Subandi, ST, MM, yang juga bertindak sebagai pembina Pandana. Hadir pula Aryo Darujati, Ady Pandawa, ST, perwakilan BPBD Deli Serdang, serta Budi Pane.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Erwin Rizapahlepi menyampaikan bahwa dari total 30 pendaftar, hanya 26 peserta yang dapat diterima.
“Hal ini dikarenakan keterbatasan biaya dan pertimbangan teknis lainnya. Namun kami tetap berkomitmen memilih peserta yang memiliki potensi terbaik,” ujarnya.
Ketua Baladewa Sumatera Utara, Ady Pandawa, ST, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan yang pertama kali digelar di Waterland Tamora.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan fasilitas yang telah diberikan. Ke depan, kami berharap Baladewa dan Waterland Tamora dapat menjadi mitra strategis dalam melaksanakan berbagai kegiatan positif seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Manager Waterland Tamora, Aryo Darujati, menekankan pentingnya keberadaan tenaga pool lifeguard di setiap wahana air.
Menurutnya, lifeguard bukan sekadar penjaga kolam, melainkan tenaga profesional yang memiliki kemampuan khusus seperti pengawasan keselamatan pengunjung, teknik penyelamatan di air, pertolongan pertama (first aid), hingga kemampuan resusitasi jantung paru (CPR).
“Keberadaan lifeguard sangat krusial untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi pengunjung,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. M. Subandi, ST, MM menyampaikan apresiasi sekaligus komitmennya terhadap kegiatan pelatihan tersebut.
“Saya bangga menjadi bagian dari Baladewa yang bergerak di bidang pelatihan tenaga penyelamat di area wisata air. Keberadaan petugas pengamanan bersertifikat sangat penting karena mereka telah dibekali kemampuan teknis dalam menangani situasi darurat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini cakupan kerja Komisi E DPRD Sumatera Utara telah mengalami perluasan.
“Komisi E dahulunya hanya membidangi kebudayaan, namun kini telah ditambah menjadi **pariwisata dan kebudayaan. Dengan demikian, kegiatan seperti ini sudah masuk dalam ranah kami, dan akan saya perjuangkan agar mendapat perhatian serta dukungan ke depan,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan dapat mencetak tenaga lifeguard profesional yang siap ditempatkan di berbagai destinasi wisata air di Sumatera Utara, sekaligus meningkatkan standar keselamatan bagi para pengunjung.

0 Komentar
Tinggalkan Pesan Anda Disini