-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rakerda I LAZISMU Tanjungbalai Evaluasi Program, Siapkan Tujuh Program Unggulan 2027

10/18/2026 | Oktober 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T17:48:55Z



Tanjungbalai, Parnadaily.com -
Badan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Tanjungbalai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026 di Aula SMP Muhammadiyah, Jalan Taqwa, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Minggu (18/10/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi program kerja, pertanggungjawaban pengelolaan dana umat, serta penyusunan tujuh program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada 2027.

Rakerda yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Profesionalisme LAZISMU Kota Tanjungbalai” tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan komitmen seluruh unsur Muhammadiyah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran.


Ketua LAZISMU Kota Tanjungbalai, Al Hujrat, S.Pd., dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan bahwa Rakerda pertama ini merupakan forum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus merumuskan perencanaan dan strategi kerja ke depan.


Menurutnya, Rakerda tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan pertanggungjawaban, tetapi juga sarana konsolidasi dan penguatan komitmen seluruh pengurus agar LAZISMU semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pengelola dana umat.


"Kalau bukan kita semua yang menggerakkan ini, siapa lagi yang kita harapkan untuk menggerakkannya," demikian pesan yang disampaikan dalam laporan tersebut.


Ia berharap, melalui Rakerda ini, LAZISMU Kota Tanjungbalai dapat melahirkan program-program yang lebih terarah, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.


Dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tanjungbalai, LAZISMU mencatat total penghimpunan dana sebesar Rp12.150.000.


Dana tersebut terdiri atas zakat maal atau penghasilan sebesar Rp8.000.000, infak dan sedekah Rp850.000, infak terikat program sebesar Rp2.000.000, serta donasi kemanusiaan sebesar Rp1.300.000.


Sementara itu, total penyaluran dan pendayagunaan dana juga tercatat sebesar Rp12.150.000, sehingga saldo akhir dalam laporan tersebut berada pada posisi nihil atau Rp0.


Dari total penyaluran tersebut, sebesar Rp10.850.000 dialokasikan untuk pilar sosial dan dakwah dengan penerima manfaat kaum dhuafa. Sementara itu, Rp1.300.000 disalurkan melalui pilar kemanusiaan untuk penanganan bencana.


Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya pertanggungjawaban pengurus kepada PDM Kota Tanjungbalai sekaligus bentuk keterbukaan dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.


Untuk memperluas manfaat pengelolaan dana umat, LAZISMU Kota Tanjungbalai mengusulkan tujuh program unggulan yang akan menjadi arah pengembangan kegiatan pada 2027.


Pertama, LAZISMU Peduli Nelayan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat nelayan, khususnya penguatan ekonomi keluarga nelayan dhuafa, nelayan kecil, buruh nelayan, dan keluarga berpenghasilan rendah.


Kedua, Anak Pesisir Cerdas, berupa program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, biaya pendidikan, dan pembinaan bagi pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA.


Ketiga, Kampung Zakat Ramadan, yakni pelayanan sosial terpadu bagi masyarakat dhuafa melalui pembagian paket Ramadan, santunan, takjil, buka puasa, Al-Qur'an, serta pendataan mustahik di wilayah binaan.


Keempat, Masjid Berdaya LAZISMU, yang mengembangkan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid melalui pendataan mustahik, penghimpunan ZIS, beasiswa, santunan, serta pemberdayaan jamaah dan pelaku UMKM.


Kelima, LAZISMU Siaga Tanjungbalai, sebagai program tanggap darurat untuk membantu korban kebakaran, banjir, kecelakaan, kerusakan rumah, dan berbagai musibah lainnya melalui bantuan pangan, kebutuhan darurat, layanan kesehatan, serta pemulihan pascabencana.


Keenam, Sedekah Jumat Tanjungbalai, yang diarahkan pada penghimpunan dan penyaluran sedekah secara rutin untuk program pangan, dengan melibatkan jamaah masjid, aparatur sipil negara (ASN), pekerja swasta, dan pelaku usaha sebagai donatur.


Ketujuh, Gerakan Subuh Berzakat dan Berinfak (GSBB), yang bertujuan meningkatkan penghimpunan ZIS dan pemberdayaan warga kurang mampu di lingkungan PDM, PDA, serta unsur persyarikatan Muhammadiyah lainnya. Program ini mencantumkan target awal sebanyak 50 donatur.


Ketujuh program tersebut diusulkan sebagai langkah untuk memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan partisipasi donatur, dan menghadirkan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.


Dalam laporan yang sama, pengurus LAZISMU juga mengungkapkan sejumlah kendala yang perlu dibenahi, di antaranya penghimpunan dana yang belum merata di lingkungan PCM, PRM, PDA, dan PDPM, serta data muzakki yang belum diperbarui secara optimal.


Selain itu, penyaluran bantuan masih bersifat insidental atau dilakukan berdasarkan kejadian dan kebutuhan tertentu. Ketersediaan tenaga administrasi pengelola juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, pengurus merencanakan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan persyarikatan, pembaruan basis data muzakki, penyusunan program unggulan bulanan secara bertahap, serta penguatan pengelolaan kantor LAZISMU.


Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran dana sekaligus memperkuat tata kelola lembaga.


Melalui Rakerda I Tahun 2026, LAZISMU Kota Tanjungbalai menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.


Pengurus berharap dukungan dan kerja sama dari PDM, PCM, PRM, PDPM, PDA, Nasyiatul Aisyiyah (NA), Tapak Suci, majelis, serta seluruh unsur persyarikatan dan para muzakki dapat terus ditingkatkan.


Dengan perencanaan program yang lebih terarah dan pengelolaan yang transparan, LAZISMU diharapkan mampu memperluas pelayanan kepada para muzakki dan donatur serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi mustahik dan masyarakat Kota Tanjungbalai.


Rakerda ini sekaligus menjadi pijakan bagi LAZISMU untuk mengembangkan gerakan filantropi Islam yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


(Herman). 

×
Berita Terbaru Update