SERDANG BEDAGAI – Implementasi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto mulai memberikan dampak ekonomi riil (multiplier effect) di tingkat tapak. Tidak hanya menyasar perbaikan gizi pelajar, program ini terbukti sukses mendongkrak kesejahteraan sektor hulu pertanahan, khususnya para petani buah melon dan semangka di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.

Kepastian pasar dan stabilitas harga yang ditawarkan lewat rantai pasok program ini membuat gairah produksi pangan di tingkat lokal melonjak tajam.

Pangkas Jalur Distribusi, Petani Pasok Langsung ke Dapur SPPG

Ketua Kelompok Tani Jaya Kerapuh, H. Boirin, mengungkapkan bahwa kehadiran Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya menjadi solusi konkret atas masalah klasik yang kerap dihadapi petani, yakni kepastian serapan pasar pasca-panen.

Warga Desa Kerapuh, Kecamatan Dolok Masihul ini memaparkan bahwa kini para petani tidak lagi digantungkan pada fluktuasi harga tengkulak. Mereka cukup membangun komunikasi vertikal dengan manajemen dapur SPPG untuk memasok buah segar sebagai menu pelengkap hidangan bergizi anak sekolah.

"Selain lebih gampang memasarkan hasil panen buah melon dan semangka, harga jual buah di dapur SPPG juga tergolong tinggi. Seperti panen semangka bulan kemarin, harga satu kilogram melon dihargai Rp10.000 dan semangka Rp8.000 per kilogram harga bersih (cong). Tentunya hasil panen buah disesuaikan dengan standar kualitas tinggi yang dibutuhkan dapur SPPG," ujar H. Boirin saat memberikan keterangan, Kamis (25/06/2026).

Produksi Melonjak dari 4 Ton Menjadi 50 Ton

Kemitraan strategis yang terjalin dengan institusi penyedia MBG ini memicu lompatan produktivitas yang masif pada Kelompok Tani Jaya Kerapuh. Berkat jaminan pasar tersebut, Boirin berani melakukan ekspansi modal untuk memperluas areal tanamnya hingga mencapai 4 hektare untuk komoditas melon dan 6 hektare untuk tanaman semangka.

Langkah ekspansi lahan ini berbanding lurus dengan hasil volume produksi yang didapatkan secara akumulatif.

Jenis Komoditas BuahVolume Sebelum Program MBGVolume Pasca-Sinergi Dapur SPPG
Melon & Semangka3 s.d. 4 Ton30 s.d. 50 Ton

Berdayakan Puluhan Ibu Rumah Tangga Lokal

Dampak positif dari meroketnya grafik produksi ini tidak hanya dinikmati oleh pemilik lahan, melainkan turut menggerakkan roda ekonomi horizontal di wilayah pedesaan. Proses perawatan tanaman, pemetikan, hingga sortasi buah berskala besar kini menyerap puluhan tenaga kerja baru dari warga sekitar yang didominasi oleh Ibu Rumah Tangga (IRT).

"Selain mendongkrak peningkatan pendapatan petani buah, keberadaan dapur SPPG program MBG juga berimbas pada peningkatan lapangan pekerjaan yang didominasi oleh ibu rumah tangga setempat," papar Boirin.

Melihat besarnya dampak perputaran ekonomi mikro yang tercipta, jajaran petani buah di Serdang Bedagai menyampaikan maklumat dukungan penuh agar program pro-rakyat ini terus dipertahankan dan diperluas cakupannya oleh pemerintah pusat.

Boirin mengonfirmasi bahwa saat ini dirinya telah mengikat kontrak kerja sama pasokan dengan sejumlah dapur SPPG di beberapa titik wilayah Sergai guna memastikan kebutuhan asupan vitamin buah untuk anak sekolah tetap terpenuhi secara konsisten.