Tanjungbalai, Parnadaily.com, - Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina didampingi Kepala Bapperida Mariani dan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Tanjungbalai Ibu Nurlinda Mayani melakukan audiensi ke Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang diterima langsung Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko diruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungbalai memiliki permasalahan utama yaitu sedimentasi sungai yang secara alami menyebabkan menurunnya kecepatan aliran air, mengakibatkan pendangkalan dan berkurangnya kapasitas tampung sungai.
"Penduduk Kota Tanjungbalai yang mayoritas sebagai nelayan mengandalkan sungai asahan sebagai mata pencaharian mereka. Dengan terjadinya sedimentasi sungai ini, para nelayan akan susah mencari ikan dan kapal-kapal akan susah beroperasi. Hal ini mengakibatkan pendapatan masyarakat berkurang, kesejahteraan masyarakat akan menurun, dan tingkat kemiskinan pun akan meningkat.
Pertemuan itu juga membahas berbagai permasalahan kemiskinan yang masih dihadapi Kota Tanjungbalai serta langkah-langkah strategis yang telah dan akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam menanggulanginya.
Selanjutnya, Wakil Wali Kota menuturkan kondisi terkini terkait angka kemiskinan di wilayahnya yang memerlukan perhatian dan intervensi serius. Dimana saat ini persentase kemiskinan di Kota Tanjungbalai sebesar 10,67% mengalami penurunan 1,3% dari tahun sebelumnya sebesar 11,97%, Ujar Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina.
Selanjutnya, Wakil Wali Kota juga menginformasikan bahwa usulan Percepatan Pengentasan Kemiskinan sebelumnya juga sudah disampaikan kepada kementerian terkait sehingga dimohonkan dukungan dari BP Taskin dalam mengendalikan dan mengawal usulan dimaksud sehingga dapat terealisasi pada tahun anggaran selanjutnya.
Lanjutnya lagi, ditengah keterbatasan anggaran daerah saat ini karena adanya efisiensi, upaya penanggulangan Kemiskinan yang telah disusun Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya dukungan Pemerintah Pusat, khususnya BP Taskin.
Kami bermohon agar Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 secara khusus dapat dialokasikan lebih besar, mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah Pemerintah Kota Tanjungbalai dan kebijakan efisiensi anggaran, harap Muhammad Fadly
Menyahuti Kunjungan dan permohonan Pemerintah Kota Tanjungbalai yang disampaikan Wakil Wali Kota tersebut, Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko mengatakan saat ini BP Taskin memiliki program yang disebut dengan Si Taskin. Si Taskin (Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan) adalah program yang diinisiasi oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk mengatasi intervensi terpadu, berbasis data dan berkelanjutan, dengan fokus awal di wilayah pedesaaan dan daerah tertinggal.
BP Taskin bekerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga seperti Bappenas/BPN/BRIN/KKP, pemerintah daerah dan pihak swasta untuk menyatukan data dan dana. Tujuan dari program ini adalah untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem, meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti hunian layak, jelasnya
Hal yang perlu dilakukan yaitu sesuai dengan amanat Presiden bahwa Daerah wajib menjalankan Koperasi Merah Putih dan kampung nelayan. Maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan Pemerintah Kota Tanjungbalai adalah untuk segera menindaklanjuti amanat tersebut. BP Taskin akan membantu mendorong percepatan pelaksanaan pembentukan kampung nelayan dan koperasi merah putih Kota Tanjungbalai, ungkap Budiman Sudjatmiko.
(Herman).

0 Komentar
Tinggalkan Pesan Anda Disini