![]() |
| Hadir dalam kegiatan rembug stunting kepala desa B.sari dan Danramil 16 Tanjung Morawa Mayor inf.Baginda Sitompul |
Deli Serdang | Parnadaily.com – Pemerintah Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, menggelar kegiatan Rembug Stunting pada Senin (6/8/2025) di Aula Kantor Desa Bangun Sari. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi ajang kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah unsur Muspika dan tokoh masyarakat, antara lain Danramil 16/Tanjung Morawa Mayor Inf. Baginda Sitompul, Kepala Desa Bangun Sari Baru Muhammad Rifai, perwakilan Kapolsek Tanjung Morawa Iptu HWP Butar Butar, serta perwakilan Camat Tanjung Morawa, Santi SE.
Dalam sambutannya, Kades Muhammad Rifai menyampaikan bahwa angka stunting di desanya berhasil ditekan secara signifikan. "Alhamdulillah, saat ini jumlah anak yang mengalami stunting di desa kita telah berkurang dari 8 orang menjadi 2 orang. Semoga tahun depan kita bisa menuntaskan stunting sepenuhnya," ungkapnya.
Santi SE, mewakili Camat Tanjung Morawa, menyebut stunting sebagai masalah bersama yang membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak. Ia berharap kegiatan rembug ini menghasilkan solusi konkret dan mampu menggerakkan berbagai elemen masyarakat.
Mayor Inf. Baginda Sitompul turut mengapresiasi kerja keras pemerintah desa. "Penurunan angka stunting ini adalah bukti nyata dari kerja sama dan sinergi lintas sektor. Semua unsur masyarakat harus ikut terlibat aktif," ujarnya.
Senada, Iptu HWP Butar Butar yang mewakili Kapolsek Tanjung Morawa menegaskan dukungan penuh dari kepolisian terhadap program pemerintah, khususnya dalam pengentasan stunting. Ia juga menyoroti pentingnya peran kaum ibu. "Karena ibu-ibu lah yang paling tahu kondisi anak-anaknya," katanya.
Koordinator Pelayanan KB Tanjung Morawa, Yunita MKM, menyebut Desa Bangun Sari sebagai Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Sumatera Utara. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, universitas, perusahaan sekitar, dan aparat dusun dalam pemberdayaan masyarakat untuk mencegah stunting.
Sementara itu, Merry Harianja yang mewakili Puskesmas Dalu X B, memaparkan materi tentang penyebab dan penanganan stunting. Ia menyebut salah satu strategi yang diterapkan di Desa Bangun Sari adalah pemberian makanan bergizi seperti ikan gabus kepada anak penderita stunting selama tiga bulan berturut-turut. "Stunting adalah kegagalan pertumbuhan dan perkembangan, salah satu penyebabnya karena kurangnya pemberian ASI dan makanan pendamping sesuai usia," jelasnya.
Acara rembug ditutup pada pukul 11.00 WIB dan berlangsung lancar serta aman. Para peserta pun menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah maju dalam upaya mewujudkan generasi sehat dan berkualitas di Desa Bangun Sari.


0 Komentar
Tinggalkan Pesan Anda Disini